01/02/12

Mitos memang tidak akan pernah hilang dalam kehidupan umat manusia dimanapun berada, apalagi masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai tradisional. Banyak diantara mitos-mitos tersebut yang kadang kala dijadikan sebagai kepercayaan, bahkan melebihi kepercayaan terhadap tuhan sekalipun. Selain itu, mitos juga dijadikan sebagai landasan terbentuknya suatu kebudayaan, lalu peradaban. Dan pada akhirnya mitos tersebut dipelihara dan terus dipercaya sampai era modern saat ini.
Hal ini pula yang berlaku bagi masyarakat Suku Sasak Lombok, khususnya lagi masyarakat yang masih kental dengan aroma tradisionalitas. Beberapa mitos diantaranya sangat mengikat masyarakat sampai saat ini.
Berikut beberapa diantaranya yang masih sangat populer sampai saat ini:
1. Bau Nyale
Bau Nyale dalam bahasa Indonesia bertuliskan Menangkap Nyale (Cacing Wawo/Palopo dalam ilmu Biologi). Setiap memasuki atau mengakhiri bulan Februari, masyarakan Suku Sasak Lombok akan mempersiapkan diri untuk gelaran akbar Bau  Nyale ini. Bau Nyale umumnya dilakukan hanya semalam, yakni pada malam puncak ketika Cacing-cacing ini banyak bermunculan di sekitaran pantai selatan. Nyale inilah yang nanti akan disantap dan memang sangat lezat, misalnya jika digoreng kering sambal atau dimasak dengan kuah santan kental.

Lalu mitosnya apa? Mitosnya adalah bahwa Nyale tersebut sebenarnya adalah jelmaan dari Ratu/Putri Mandalika yang menurut legenda dulunya menceburkan diri ke laut (bunuh diri) untuk menghindari peperangan antar pangeran-pangeran yang memperebutkannya.
Untuk menghormati dan melestarikan pengorbanan tersebut, maka masyarakat Lombok selalu beramai-ramai pergi untuk Bau Nyale setiap tahun.

2. Upacara Dewi Anjani
Dewi Anjani dipercaya masyarakat Lombok sebagai penguasa tertinggi alam gaib Gunung Rinjani, Gunung Tertinggi di NTB. Konon Dewi Anjanilah yang memberikan nama Sasak untuk suku masyarakat di Lombok. Dari puncak arah tenggara gunung Rinjani, terdapat sebuah lautan debu yang disebut sebagai Segara Muncar. Pada saat tertentu, di tempat ini masyarakat dapat melihat dengan kasat mata rupa istana Dewi Anjani sebagai Ratu Jin beserta pengikut-pengikutnya.

Danau Segara Anak yang terletak di puncak gunung Rinjani merupakan tempat sakral yang sangat disucikan. Danau ini digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu, Islam Waktu Telu (Sinkretisme Islam-Hindu).
Upacara Dewi Anjani dilakukan untuk menghormati sang penguasa, dimana pelaksanaannya antara akhir Desember sampai pertengahan Januari. Oleh karena itu, pendakian gunung Rinjani dalam periode tersebut tidak diperbolehkan  agar tidak mengganggu proses upacara.

3. Peretus
Peretus atau Mengobati suatu penyakit dengan mantra yang dikombinasikan dengan menarik rambut pilihan dari seorang tabib yang bisa melakukan Peretus ini. Hal ini merupakan implementasi dari keyakinan bahwa suatu penyakit yang menjangkiti manusia ada sangkut pautnya dari campur tangan makhluk halus. Ketika tabib membacakan mantra lalu diikuti dengan menarik beberapa helai rambutnya dari ujung, maka akan terdengarlah suara meledak seperti "Plok" yang merupakan indikator bahwa si pasien positif terkena penyakit dari makhluk halus atau yang dalam bahasa Sasak disebut ketemuq.
Untuk menghilangkan campur tangan makhluk halus tersebut, maka dilakukanlah dengan memanfaatkan mantra Peretus tersebut.
Beberapa kali penulis juga mengobati penyakit kepada tabib dengan Peretus, dan memang penyakit tersebut hilang dengan perlahan setelah diberikan Sembek/Obat berupa tanah pasir atau dari kapur yang kemudian ditempelkan pada dahi si pasien.

4. Bunga Sandar Nyawa
Bunga ini merupakan jenis tanaman yang disebut sebagai tanaman abadi. Tanaman ini bermanfaat sebagai obat dan dipelihara oleh golongan makhluk gaib. Konon, untuk mendapatkannya harus mempertaruhkan nyawa terlebih dahulu karena begitu sulitnya mendapatkan tanaman ini. Tanaman ini berumur abadi bersama dengan umur makhluk gaib.

5. Ziarah Makam Keramat sebagai Pembuka Perjalanan Wisata
Masyarakat suku Sasak akan menjadikan makam keramat sebagai tujuan pertama dalam perjalanan wisatanya. Hal ini diyakini dapat menolak bala sehingga akan mereka akan terhindar dari musibah selama perjalanan. Makam-makam yang sering dikunjungai antara lain Makam Nyatuk, Makam Loang Baloq, Makam Ketak, Makam Selaparang, Makam Tuan Guru Lopan, dll.
Menurut pengamatan penulis, hal ini mulai kurang dilestarikan masyarakat saat ini.

6. Mitos Air Penyembuh Penyakit dari Air Terjun Otak Kokoq
Air Terjun Otak kokoq merupakan air terjun dari mata air yang berada di gunung Rinjani. Konon, setiap orang yang memiliki penyakit mandi di sini, maka air sisa mandinya itu akan berubah menjadi putih persis seperti air sisa mencuci beras. Hal ini sebagai indikator bahwa penyakit orang tersebut telah dibersihkan. Dari keterangan yang penulis dapatkan dari warga sekitar, bahwa air terjun Otak Kokoq dapat menyembuhkan penyakit seperti Reumatik, Panu, Kadas, Pegal-Pegal, Koreng, dan beberapa penyakit lainnya.


Selain ke-enam mitos yang masih sangat melekat di atas, masih banyak lagi lainnya yang kebanyakan merupakan mitos-mitos kecil, misalnya tidak boleh berjalan di bawah jemuran yang sedang dijemur, duduk di atas bantal/guling, menaruh kedua tangan di atas kepala, memecahkan batu, dll.
Kebenaran akan mitos-mitos di atas memang misteri yang sulit dipecahkan, kita tidak boleh terlalu percaya dan tidak boleh juga meremehkanhya. Satu yang wajib kita ingat bahwa Kepercayaan yang abadi itu hanyalah kepada Allah SWT, tuhan yang maha Esa. Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan.
Sekian, semoga bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu bagi kita semua.
Wassalam.







Sumber Gambar:

02/11/11

Seusai reshuffle kabinet lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melanjutkan agendanya dengan ground breaking kawasan wisata Mandalika, di Lombok Selatan pada tanggal 19 Oktober yang lalu.

Kawasan seluas 1.250 hektare bekas lahan PT Pengembangan Pariwisata Lombok itu akan mulai digarap beberapa investor pengusaha kamar hotel, convention hall, dan taman rekreasi mirip Disneyland.



"Ini kebangkitan investasi kawasan Mandalika setelah pengoperasian Bandara Internasional Lombok (BIL)," kata Kepala Badan Penanaman Modal Nusa Tenggara Barat Lalu Bayu Windia. Ground breaking dilakukan setelah diresmikan pada 1 Oktober lalu.

Apa saja yang akan diberdayakan di Disneyland Lombok?
Pertama, adalah Rajawali Group, selaku pemilik Hotel Novotel di Pantai Aan akan meluaskan akomodasinya dan convention hall. Sebelumnya Novotel Lombok memiliki 100 kamar yang terbagi 23 kamar Sasak Villa dan 77 kamar superior/deluxe terrace.


Kedua, pengusaha Taiwan akan mengembangkan Healthy Tourism untuk kalangan jompo sebagai segmen khusus. Mereka diperhitungkan memerlukan wisata khusus. "Sudah ada letter of intent
Sedangkan kelompok Media Nusantara Citra juga melirik Tanjung Aan untuk membangun Theme Park, atau tempat wisata mirip Disneyland di Amerika Serikat.

Rencana investasi ini direncanakan berjalan tahun 2012 setelah Bandara Internasional Lombok (BIL) beroperasi maksimal. Karena kebanyakan investor selama ini kesulitan untuk mau menanamkan modal karena akses ke Lombok khususnya dalam hal mendaratnya pesawat berbadan lebar di bandara sangat sulit.

Dengan hal ini, maka opitimisme program Visit Lombok-Sumbawa 2012 dengan target wisatawan lokal dan asing sebanyak 2 juta orang diprediksikan akan sukses.


Terima Kasih

30/09/11


Jamaah,, oo jamaah
Alhamdu... lillah
*gaya ustadz gokil*

Akhirnya, setelah penantian panjang *beuuhh* Bandara Internasional Lombok Baru pun rampung and ready to become new Lombok's International door.

Ayoo, ke Lombok!!!

Bandara yang sempat kontroversial sebelum pengerjaannya dimulai ini akhirnya rampung berkat kerja keras, pengorbanan, serta do'a seluruh elemen pendukung dalam pembangunannya.

Tepat tanggal 1 oktober 2011, sejarah baru tercetak bagi masyarakat provinsi NTB khususnya yg bermukim di Lombok, khususnya lagi di Lombok Selatan. *haaseekkk rumah gue* NB: Rumah Admin hanya 2 km dari Bandara baru ini sobat blogger.

Bandara lama, yakni Bandara selaparang resmi ditutup untuk penerbangan
komersial pada pukul 18.15 wita tanggal 30 September 2011. Dan Bandara baru akan menunjukkan keramahannya mulai pada Pukul 10.00 wita pagi tanggal 1 Oktober terhadap pendaratan pertama oleh pesawat Maskapai Garuda Indonesia.Garuda jenis Boing 737- 800 NG yang datang dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.30 WIB dan tiba di BIL pukul 10.00 Wita. Pesawat ini juga yang terakhir kali mendarat di Bandara Selaparang (Bandara lama:red) lalu terbang kembali ke Jakarta beberapa menit kemudian.

Rencananya, sekitar dua puluh tokoh masyarakat akan menyaksikan pendaratan pertama yang bersejarah ini. :)

Dengan ini, Lombok semakin terbuka untuk menerima wisatawan dan pendatang baik Lokal maupun Internasional.
Hal ini jugalah yang membuat saya, penulis :D optimis bahwa Program VISIT LOMBOK SUMBAWA 2012 akan sukses. Aamin.

DATANG DAN KUNJUNGI LOMBOK!!
COME VISIT US!

19/09/11

Assalamu'alaikum

Admin sedang merantau jauh dari Lombok, membuat admin sering rindu masakan khas Lombok. Salah satu yang paling admin rindukan adalah Pelecing, entah itu pelecing kangkung maupun pelecing manok (ayam) sama - sama admin rindukan. Oleh karena itu, admin ingin curhat mengenai resepnya. Mudah - mudahan banyak yang bisa membuat sehingga dapat mengirimkan admin makanannya. :D

budayasasak.blogspot.com akan menjelaskan cara memasak masakan khas Lombok ini, Pelecing Kangkung
Berikut adalah resep dan cara memasak Pelecing Kangkung:
1. Pelecing Kangkung


Bahan - bahan:
- Kangkung seikat
- Cabe rawit 10 buah
- Terasi bakar
- Garam 1 sendok teh
- 1 Buah Limau
- Buah Tomat secukupnya

Alat - alat:
- Panci
- Ulekan sambal
- piring/mangkuk
- sendok

Cara Pembuatan:
- Rebus Kangkung sampai lemas
- Selagi merebus kangkung, uleklah semua bahan sambal yang telah disebutkan di atas kecuali buah limau.
- Setelah kangkung matang, tiriskan, lalu masukkan ke dalam mangkuk atau piring
- Campurkan sambal yang telah jadi tersebut ke atas kangkung yang telah matang tersebut, lalu campur sampai rata
- Teteskan air 1/2 buah limau di atas kangkung yang telah bersambal tersebut
- Maka Anda telah berhasil membuat pelecing kangkung standarm untuk lebih memperkaya rasa, Anda dapat mencampurkan kacang goreng di atas Pelecing Kangkung yang telah Anda buat tersebut

SELAMAT MENCOBA 










Terima Kasih




sumber gambar: http://aanssubhan.files.wordpress.com/2011/05/plecing-kangkung.jpg

29/08/11

Senin, 29 Ramadhan 1432 H

Assalamu'alaikum
Alhamdulillah bahwa sekarang kita telah berada dipenghujung bulan Ramadhan 1432 H. Semoga di hari Idul Fitri nanti kita semua berada dalam kemenangan yang agung.aamin :)
Dan semoga kita dapat melaksanakan puasa Ramadhan lagi tahun depan, aamin.

Kali ini, sahabat blogger sekalian, saya akan menceritakan tradisi masyarakat suku Sasak yang berkaitan dengan hari Lebaran.
Tradisi itu adalah Lebaran Topat dan Perang Topat.

1. Lebaran Topat
Berbagai daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam memperingati hari ke tujuh setelah Lebaran Idul Fitri. Namun pasti memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing.
Di Lombok sendiri, perayaan itu dinamakan Lebaran Topat (ketupat). Diisi dengan kegiatan berwisata bersama baik itu ke lokasi wisata rohani (makam leluhur) atau lokasi wisata keluarga lainnya. Di hari itu masyarakat berwisata dengan membawa makanan khas sasak diantaranya adalah telok opor, olah-olah, serebuk, jaje bantal(jajan dari ketan) dan ketupat tentunya.
Makanan itu dinikmati bersama sembari menikmati wisata keluarga. Ketupat digunakan sebagai pengganti nasi untuk makan.
Lebaran ketupat biasanya juga disemarakkan dengan Upacara Perang Topat.

2. Perang Topat
Perang??
Biasanya jika sahabat Blogger mendengar kata perang pasti akan mengartikan sebagai perpecahan, pertumpahan darah, anarkis, brutal dan lain sebagainya yang negatif. Namun Perang yang dilaksanakan di Pura Lingsar, Kec. Narmada, Kab. Lombok Barat ini sangat jauh dari kata-kata negatif di atas. Justru Perang Topat ini merupakan simbol syukur atas hasil ladang masyarakat Sasak dan juga simbol perekat perdamaian masyarakat Hindu dan Islam di Lombok.
Pada Perang Topat ini, wanita yang sedang haid tidak boleh berpartisipasi. Sehari sebelum acara Perang Topat, ada upacara permulaan kerja atau penaek gawe. Ada lagi acara mendak alias upacara menjemput tamu agung alias roh-roh gaib yang berkuasa di Gunung Rinjani dan Gunung Agung.
Perang Topat dimulai dari pelemparan ketupat pertama oleh sesepuh yang dipercaya, kemudian diikuti oleh warga lainnya.Kemudian seluruh ketupat yang dilemparkan tersebut diperebutkan warga dan semuanya wajib diambil meskipun dalam keadaan penyok sekalipun.
Kemudian ketupat (topat) yang sudah didapatkan digunakan untuk saling lempar (perang). Tidak ada saling dendam dan saling menyalahkan di antara peserta. Semua hanya untuk kesenangan dan simbol damai serta syukur.
Beberapa warga pun sering membawa ketupat yang telah digunakan "berperang" untuk disematkan di sawah mereka. Mereka percaya bahwa dengan hal ini dapat menambah kesuburan dan produktifitas ladang mereka.
Jika menilik sejarahnya sahabat Blogger, Perang Topat sendiri tidak jauh-jauh dari kehidupan kerajaan tempo dulu di Lombok.Konon di Lombok Barat dulu ada Kerajaan Medain. Raja Medain punya anak bernama Raden Mas Sumilir yang bergelar Datu Wali Milir. Suatu ketika ia menancapkan tongkatnya di tanah Bayan (Lombok Utara). Saat tongkat itu ditarik, air langsung menyembur ke permujaan, melaju deras. Dalam bahasa Sasak, melaju artinya langser atau lengsar. Desa itu pun lalu diberi nama Lingsar.

Entah bagaimana, Sumilir hilang di situ. Atas musibah itu, seisi istana dan warga sedih. Kesedihan itu berlarut hingga dua tahun. Buntutnya, semua orang melupakan urusan kehidupan. Suatu ketika keponakan Sumilir, Datu Piling, menemukan pamannya itu di lokasi mata air tadi. Dalam pertemuan itu disebutkan, kalau mau menemui Sumilir, hendaklah datang ke mata air itu.

Maka Datu Piling pun memerintahkan pengiringnya untuk menyambut pertemuan itu. Ketupat beserta lauknya dipersiapkan. Pertemuan pun terjadi sekitar pukul 16.00. Setelah itu Raden Mas Sumilir kembali menghilang. Tapi sejak Sumilir menghilang kedua kalinya, warga Lingsar kembali menikmati kemakmuran. Sumber air melimpah, dan siap dipakai mengairi sawah.

Perang ketupat pun lantas dilestarikan sebagai ungkapan rasa syukur, menandai saat dimulainya menggarap sawah.


Sekian dulu cerita saya sahabat Blogger, jika ada kritik dan saran silahkan poskan di komentar box :)

Assalamu'alaikum.

-FA-