16/05/13

17 Mei 2013

Liburan di Lombok Tidak Perlu Khawatir Susah Tempat Sholat, Karena Lombok adalah Pulau 1000 Masjid


Hari ini, Jumat 17 Mei 2013 ketika sholat Jum'at tadi, saya jadi terpikir perkataan seorang teman, bahwa benarlah adanya kalimat yang di-quote di atas. Saya jadi tertarik untuk menulisnya di blog ini, dan akhirnya, ya sekarang sudah bisa Anda baca.

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/small/42230838.jpg
Masjid Agung Praya | by: Panoramio
Pulau Lombok, pulau yang satu ini memang sangat terkenal dengan keindahan alamnya, kerukunan warga dan julukannya sebagai Pulau Seribu Masjid. Julukan tersebut memang dicerminkan dari begitu banyaknya masjid di pulau ini. Di pinggiran jalan yang dilalui, hampir kurang lebih antara 1-2 km Anda akan menemukan masjid. Setidaknya itulah yang saya lihat selama saya tinggal di Lombok sejak 19 tahun lalu (sejak lahir).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCb2mAxeRO3omMH_Tl78v3EKLF9x-6l4YGTjrS5e3KrTOnRE1kNOqoLGnJOnaMbWY0gfJAhwwNSHlrGkhtCzGoVLwHoo-xDz93L9Vm49dxJrtJn6LnknefWcyE1JwcBLnsrAw63cS2JB08/s1600/0-batu+jai.jpg
Masjid Ummul Huda Batujai, tepat di pinggir jalan By Pass Bandara (3 km barat Bandara) | by: watoone.blogspot.com
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/37401121.jpg
Masjid Raya Mataram | by: Panoramio

Bagi Anda yang datang ke Lombok melalui jalur udara, ketika pesawat telah mulai mengudara di atas Lombok, Anda dapat melihat banyaknya kubah Masjid menjulang tinggi dan megah. Alhamdulillah, memang itulah karunia Allah akan pulau yang indah ini. Pulau 100 Masjid dengan keindahan alam yang sangat menakjubkan. Belum pernah saya menemukan hal seperti ini di kota-kota lain yang pernah saya tinggali.

Lalu, urusannya dengan pelancong adalah bahwa Anda pelancong Muslim tidak perlu khawatir akan susahnya akses tempat ibadah, karena sedikit saja Anda beranjak sudah bisa menemukan Masjid, atau paling tidak Musholla. Di kampung saya saja yang luasnya hanya seberapa, berdiri tiga Musholla yang cukup dimakmurkan masyarakat.Di kawasan pariwisata yang tentu saja Anda kunjungi sudah bisa dipastikan Anda dapat menemukan tempat ibadah Muslim dengan mudah. Misalkan di kawasan garis pantai selatan (Ann, Kute, Mawun, Selong, dst) juga di kawasan Gili Trawangan yang hampir 90% orang berlalu lalang adalah bule barat, berdiri sebuah masjid besar di sana sebagai sarana ibadah.

http://openseam.net/wordpress/wp-content/uploads/2012/07/IMG_0162.jpg
Masjid Gili Trawangan | by: openseam.net

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOR-_b7ohjtM4R4eXFlt0FIYL-w1v6S-47jKaSkNQ4E_4YktNmAwy9RKm-Qvm689tAM1TAnwMtwfrLA6JRjoEuRZsHwSnQb4VhuPUe-RXqLwCkCjMMqzzxUX1qY_EKh1JMOfF9pffWIp42/s1600/Masjid+Dusun+Sade.jpg
Masjid Desa Adat Sade

Dengan melihat fakta-fakta di atas, maka semakin benarlah Quote  di atas dan tentu saja menjadi jaminan bagi Anda pelancong untuk nyaman berwisata di Lombok. Ini juga merupakan indikator Lombok sebagai pulau yang well welcome bagi seluruh Anda wisatawan, pebisnis dan seluruh kalangan. Jadi, come visit Lombok.



Terima Kasih.






11/02/13

11 Februari 2013


Salam Anak Sasak

Selain terkenal dengan wisata alamnya, Lombok juga memiliki wisata adat dan budaya yang dapat dikunjungi  para wisatawan, baik asing maupun lokal. Ya, wisata budaya kali ini adalah mengunjungi desa adat Sade yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah.

Welcome to Sade | Image by: Fazword

Sade merupakan nama perkampungan warga suku sasak yang masih menampilkan ciri khas suku Sasak secara langsung, yang paling terlihat adalah penggunaan rumah adat Sasak sebagai rumah seluruh warga di sini. Terletak di kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, perkampungan ini dihuni oleh +- 750 jiwa. Sade sangat mudah untuk dikunjungi. Dari Bandara Internasional Lombok, dengan menggunakan kendaraan pribadi hanya membutuhkan waktu antara 15-20 menit ke arah timur Bandara. Dari Mataram, hanya memakan waktu tempuh kurang lebih satu jam dengan berkendara melalui jalur utama menuju pantai Kuta dan Tanjung Ann. Sebagai tambahan informasi, bagi Anda yang akan berkunjung ke Pantai Kuta atau Pantai Tanjung Ann, Anda akan melewati Sade terlebih dahulu sebelum sampai di pantai tersebut.

Tiba di depan perkampungan, Anda akan langsung disambut pemandu wisata yang merupakan warga asli Sade. Pemandu di sini bukanlah pemandu berbayar alias gratis. Anda akan langsung diajak masuk ke perkampungan, tapi di depan gerbang Anda perlu mengisi buku tamu dan memasukkan uang donasi seikhlasnya untuk pengembangan dan pelestarian kampung. Pemandu tadi akan membawa Anda berkeliling kampung, melihat rumah-rumah adat di sana, melihat proses penenunan kain songket khas sasak atau yang disebut proses Nyesek, dan bahkan membawa Anda yang ingin berbelanja oleh-oleh kepada penjual yang ada di dalam perkampungan.

Oke, kita mulai melangkah ke dalam perkampungan. Sepanjang jalan yang dilalui adalah celah antara rumah-rumah adat masyarakat di sini. Sebagian besar masyarakat memanfaatkan pekarangan depan rumahnya untuk berjualan souvenir khas Sasak. Sangat membantu para wisatawan yang ingin membeli buah tangan dari sini karena banyaknya variasi yang dapat dipilih. Paling awal kita akan berkenalan dengan rumah adat yang disebut sebagai Bale Tani. Bale Tani merupakan rumah tinggal bagi masyarakat di sini, terdiri dari dua lantai, berdindingkan anyaman bambu, beratap alang-alang, dan berlantai campuran tanah dengan kotoran kerbau/sapi.

Jejeran Bale Tani Sade | Image by: Fazword
Kita bahas satu-persatu. Lantai pertama disebut juga Bale Luar adalah lantai rumah yang digunakan untuk menyambut tamu, atau bagian rumah paling depan. Sedangkan lantai atas/dua disebut juga Bale Dalam adalah tempat tidur anak perempuan dan juga dapur, dimana di sini terdapat dua kamar. Lantai yang terbuat dari campuran tanah liat dengan kotoran sapi/kerbau, mungkin gambaran awal kita adalah kotor ataupun jorok. Tapi, tunggu dulu karena kotoran sapi yang telah dicampur tanah ini tidaklah berbau, bahkan berfungsi sebagai pengganti semen yang dapat menimbulkan hawa hangat dalam rumah. Lantai ini haruslah selalu diganti atau diperbaharui secara berkala untuk menjaga kondisinya bagus. Atap rumah yang terbuat dari alang-alang tidaklah menjadikan rumah ini bocor ketika hujan, bahkan menurut guide yang menemani saya dan seorang teman menjelaskan bahwa bagaimanapun lebatnya hujan, tidak akan bisa menembus atap alang ini, kecuali jika ada bagian yang bolong. Kemudian dinding dari anyaman bambu menjadikan rumah lebih sejuk karena sirkulasi udara lebih lancar. Tambahan informasi, rumah ini hanya memiliki satu pintu di bagian depan.

Lanjut, kita diperkenalkan dengan sebuah bangunan yang lebih tinggi dari Bale Tani, tapi bukanlah berfungsi  utama sebagai rumah. Ya, inilah Lumbung.
Lumbung | Image by: Fazword


Lumbung | Image by: Fazword
Lumbung inilah yang dijadikan logo Lombok sebenarnya. Bentuk atap Lumbung banyak ditiru oleh bangunan-bangunan pemerintahan. Hampir seluruh bangunan pemerintahan di Lombok mengikuti bentuk atap Lumbung sebagai atap paling depannya, atau paling tidak gapura bangunan tersebut berbentuk seperti Lumbung.
Lumbung ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan, dimana bagian atapnya merupakan ruangan yang dapat dijadikan tempat menyimpan hasil panen atau perabotan rumah tangga masyarakat. Di bagian bawahnya, terdapat semacam serambi yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat, atau sekedar duduk-duduk.

Perjalanan mengelilingi kampung kita lanjutkan, kali ini agak lebih ke dalam, atau tepatnya semakin ke atas karena bentuk perkampungan ini adalah menanjak ke atas. Di puncak paling atas, terdapat masjid. Masyarakat Sade adalah masyarakat Islam, sehingga keberadaan masjid adalah keharusan. Masjid di sinipun kembali menampilkan ciri khas suku Sasak dengan beratapkan alang-alang dan kubahnya berupa setengah gentong terbuat dari tanah, yang orang-orang di sini menyebutnya Beke atau Selau. 


Masjid Kampung Adat Sade | Image by: Fazword
Selesai dari atas, kita dapat kembali ke depan sambil mencari oleh-oleh untuk dibeli. Oleh-oleh di sini ada banyak variasi, seperti dijelaskan di awal bahwa juga ada banyak warga yang menjualnya. Paling utama adalah kain khas Sasak. Di sini kita selain melihat yang sudah jadi dan siap beli, juga dapat melihat proses pembuatannya karena semua kain di sini adalah murni Home Made langsung di rumah warga Sade.

Gulung Benang | Image by: Fazword
Gulung benang adalah proses menggulung kapas menjadi benang siap pakai untuk menenun. Benang-benang hasil gulungan tadi kemudian siap pakai, entah itu setelah diwarnai ataupun murni benang putih.

Perkakas Menenun (Nyesek) | Image by: Fazword
Proses menenun dalam masyarakat Sasak dikenal sebagai proses Nyesek. Nyesek dilakukan oleh perempuan yang masih perawan, artinya seseorang tidak boleh me-Nyesek jika ia telah menikah. Peralatan me-nyesek semuanya adalah perkakas tradisional terbuat dari kayu tanpa sentuhan mesin sedikitpun. Setelah di-sesek, kain jadi akhirnya dapat dipasarkan atau dipakai oleh si Penenun dan keluarganya. Hasil tenunan dapat berupa Songket, taplak meja, selendang/syal, atau kain sarung.

Hasil tenunan masy. Sade | Image by: Fazword
Bagi Anda yang ingin membeli kain tradisional di sini, dapat disesuaikan dengan selera juga budget, karena beda jenis dan ukuran kain, beda juga harganya. Biasanya penjual yang kita tanyai akan memberikan harga awal dan sangat terbuka akan tawaran dari sang pembeli. Di sinilah pembeli dapat menawar sesuai harga yang diinginkannya, sampai tercapai kesepakatan harga.

Selain membeli kain tradisional, wisatawan juga dapat membeli souvenir-souvenir seperti gantungan kunci, gelang, kalung, hiasan dinding, topeng, patung, sampai miniatur rumah adat.

Souvenir (gelang, gantungan kunci, dsb) | Image by: Fazword
Oleh-oleh desa Adat Sade | Image by: Fazword
Harga yang ditawarkan bervariasi sesuai dengan tingkat kerumitan dan bahan yang digunakan. Di antara souvenir-souvenir ini, Anda pasti akan menjumpai gantungan kunci ataupun miniatur tokek. Untuk diketahui, Tokek adalah lambang keberuntungan warga Sasak. Gantungan kunci biasanya dibuat dari tanduk sapi/kerbau, kayu, bahkan dari kerang. Tentu saja masing-masing memiliki keunggulan yang dapat menarik minat wisatawan sekalian.

Selesai berbelanja, dan seluruh urusan telah selesai, kita dapat mengakhiri trip budaya kali ini. Tapi, jika Anda ingin berbincang dengan pemandu atau masyarakat sekitar juga bisa, karena mereka sangat welcome terhadap keingintahuan kita akan budaya Sasak. Itulah salah satu keunggulan berwisata.

Jika telah selesai, pemandu akan membawa kita ke depan kampung dan melepas kita dengan penuh senyum bahagia atas kunjungan kita ke kampungnya. Jangan lupa ucapkan terima kasih dalam bahasa Sasak yaitu Matur Tampi Asih. Sang pemandu dan masyarakat akan menjawab Sami Sami.


Sekian ulasan tentang Wisata Desa Adat Sade. Semoga kita terus menjadi generasi yang melestarikan budaya nenek moyang Sasak.

Terima Kasih
Salam Anak Sasak.

14/10/12

Sunday, 14th October 2012 11.00 P.M.

Bandara Internasional Lombok (BIL) yang telah beroperasi setahun lebih kini semakin ramai penerbangan. Dibanding dengan bandara sebelumnya, Bandara Selaparang, BIL melayani rute penerbangan yang lebih banyak. Hal ini tentu saja positif dilihat dari berbagai sisi, seperti pariwisata, sosial ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Tercatat ada sebelas maskapai penerbangan yang keluar masuk BIL secara reguler, baik domestik maupun internasional.
Bandara Internasional Lombok front view

Dalam postingan kali ini,  Saya akan memberikan daftar rute penerbangan yang dilayani dari dan ke BIL. Untuk tambahan info, BIL baru saja mulai melayani rute Lombok - Kuala Lumpur direct flight oleh Air Asia Malaysia mulai 12 Oktober 2012.

Berikut rute-rute penerbangan Bandara Internasional Lombok:
1. Rute Internasional

Bandara International Lombok International Route

Untuk sementara, penerbangan internasional hanya dilayani oleh dua maskapai tersebut. Di lain pihak, sebenarnya saat ini tengah dijajaki rute penerbangan Lombok - Perth (Australia) bersama maskapai Garuda Indonesia, mengingat potensi besar Turis Australia memasuki Lombok.
2. Rute Domestik
Bandara International Lombok Domestic Route

Dalam daftar di atas, ada beberapa diantaranya saat ini (14 Oktober 2012) belum dilayani. Akan tetapi, dari maskapai tersebut telah mengkonfirm dan akan melakukan inaugural flight dalam waktu dekat ini. Rute-rute tersebut adalah Maskapai Garuda Indonesia rute Lombok - Makasar (PP) yang akan dimulai pada tanggal 16 Oktober 2012 dan Lombok - Surabaya mulai bulan November mendatang.
Sementara itu, Citilink rute Surabaya - Lombok (PP) merupakan rute domestik terbaru yang dilayani Bandara Internasional Lombok mulai tanggal 15 September 2012 yang lalu.

Sekian info mengenai rute-rute yang dilayani Bandara Internasional Lombok. Semoga semakin mempermudah Anda untuk ke Lombok.

Baca juga ulasan setahun beroperasinya Bandara Internasional Lombok pada artikel berikut: Refleksi Setahun Beroperasinya Bandara Internasional Lombok.


Salam Hangat,

Fathul Azis






Untuk tambahan informasi, silahkan kunjungi website Bandara Internasional Lombokhttp://lombok-airport.co.id/

13/10/12

Sunday, 14th October 2012, 3.oo A.M.
Setelah setahun beroperasi, kini mulai terasa dampak positif hadirnya gerbang utama pulau Lombok,  yakni Bandara Internasional Lombok. Bandara yang mulai beroperasi pada tanggal 1 Oktober 2011 dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20 di bulan yang sama kini telah mampu memenuhi hasrat masyarakat akan keterbukaan akses dari dan ke Lombok. Lokasinya yang persis di pusat persebaran jalur wisata Lombok, di desa Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah menjadikannya sangat strategis untuk mendukung pariwisata Lombok. 
BIL apron. Photo by Lombok Island Fans Page

Bandara ini melayani beberapa rute domestik dan internasional dan diterbangi beberapa Maskapai penerbangan nasional maupun internasional. Untuk rute domestik, penerbangan dilayani oleh maskapai Lion Air, Garuda Indonesia, Wings Air, Merpati Nusantara Airline, Citilink, Batavia Air, Trigana Air/IAT, Sky Aviation, dan Trans Nusa Aviation. Sedangkan untuk rute internasional dilayani oleh maskapai Silk Air (Singapore) dan Air Asia Malaysia (Kuala Lumpur). Nama terakhir merupakan maskapai yang baru saja memulai inaugural flightnya ke Lombok, yakni pada tanggal 12 Oktober kemarin.
Air Asia's 1st fleet to touch down Lombok. Photo by @AirAsiaId (Oct 12-2012)

Selain melayani penerbangan sipil, BIL juga digunakan sebagai bandara tempat latihan sekolah penerbangan Lombok (LIFT) dan menjadi salah satu embarkasi haji Indonesia. Status embarkasi haji tersebut sendiri baru diperoleh pada musim haji tahun ini setelah sebelumnya jemaah haji Lombok - Sumbawa harus melalui embarkasi Surabaya. Selain pencapaian-pencapaian di atas, BIL juga terus berbenah diri untuk menjadi pintu gerbang Indonesia di wilayah Tenggara Indonesia bersama dengan bandara Ngurah Rai di Bali. Beberapa program telah dicanangkan Pemprov NTB bersama Angkasa Pura I sebagai pengelola BIL. Diantaranya adalah penambahan bangunan terminal dan perpanjangan runway dari 2750 meter x 45 meter menjadi 3000 meter x 45 meter.
View from BIL apron. Photo by Lombok Island Fanpage

Dengan potensi menjanjikan yang dimiliki BIL tersebut, banyak maskapai penerbangan akhirnya membuka rute penerbangan baru mereka ke Lombok. Sebagai contoh, dari maskapai-maskapai yang saya sebutkan di atas, ada nama Citilink dan Air Asia Malaysia yang baru-baru saja membuka rute ke Lombok. Citilink sendiri memulai inaugural flight ke Lombok pada tanggal 15 September yang lalu, sedangkan Air Asia Malaysia pada 12 Oktober yang lalu. Selain itu, ada nama Sriwijaya Air yang sedang mempertimbangkan membuka rute penerbangan ke Lombok dalam waktu dekat ini. Selain penambahan maskapai, BIL juga akan melayani rute-rute penerbangan baru setelah beberapa maskapai memperluas rute penerbangan mereka dari dan ke Lombok. Diantaranya adalah Garuda Indonesia yang akan memulai inaugural flight Lombok - Makassar pada 16 Oktober 2012 dan membuka rute Surabaya - Lombok pada bulan November. Selain itu, kini tengah dijajaki pembukaan rute internasional Lombok - Perth (Australia) mempertimbangkan besarnya frekuensi kedatangan turis Australia ke Lombok dalam satu tahun terakhir. Maskapai yang tengah dijajaki tersebut adalah Garuda Indonesia yang menurut kabar terakhir, sedang mempelajari potensi rute tersebut.

GA 433 Loading at BIL
Masih banyak potensi dan manfaat yang bisa diberikan oleh BIL, khususnya kepada masyarakat Lombok dan Pulau Sumbawa. Tentunya semua itu akan muncul ke permukaan apabila BIL dikelola dengan tepat dan terus berbenah dan berinovasi untuk meningkatkan pelayanan. Rute-rute yang telah ada saat ini tentunya masih terus bisa dikembangkan, mengingat besarnya daya tarik Lombok yang terkenal sebagai salah satu tujuan wisata Indonesia. Lombok menyimpan sejuta potensi, so, why not visit Lombok.

Info Rute-Rute Penerbangan Bandara Internasional Lombok dapat Anda lihat di sini: Rute Penerbangan Bandara Lombok. So, keep in very first touch of your Lombok Information with Us.

Sekian review setahun beroperasinya BIL dari saya. Semoga bermanfaat dan menambah pengatahuan kita mengenai Lombok, Bandara Internasional Lombok, dan dunia Aviasi.


Salam hangat,
Fathul Azis






NB: Untuk foto-foto lebih lengkap Bandara Internasional Lombok, silahkan kunjungi Fans Page Lombok Island atau via twitter @Fazword





27/08/12

Assalamu'alaikum

Satu minggu selesai lebaran, saya mau share lagi mengenai kuliner khas suku Sasak, Lombok. Kali ini bukan berbentuk artikel resep, melainkan deskripsi mengenai masakan yang satu ini.
Lalu, masakan apa sebenarnya yang akan saya deskripsikan sekarang? 
Masakan ini adalah Nasi Balap Puyung

Sebelum memulai, saya jelaskan bahwa ini adalah duplikat dari Thread saya di situs komunitas terbesar Indonesia, www.kaskus.co.id. Akan tetapi, thread tersebut adalah real milik saya (ID: 3529076)


Langsung saja, artikel ini kita bagi dalam beberapa sub penjelasan, yaitu:
1. Sejarah Nasi Balap
2. Lokasi Penjualan

3. Cita Rasa Nasi Puyung
4. Budget Nasi Balap
5. Testimoni (Live from Kaskus)

1. Sejarah Nasi Balap

Pecinta kuliner di Pulau Lombok, NTB tentunya tidak asing dengan makanan khas Lombok yang satu ini. Nasi Balap Puyung, yang menjadi ikon kuliner Lombok, khususnya Lombok Tengah ini sangat terkenal karena ayam pedas dan ayam kriuk / krispinya.

Asal mula makanan ini pada tahun 1970an, Inaq Esun memulai membuat makanan khas yang berisi Nasi Putih, Ayam Pelecingan, Ayam Kering dan Kacang Kedele. Pertama kali Inaq Esun menjualnya di Pasar Kebon Roek (Mataram) dengan sistem barter, yaitu menukar makanan ciptaan Inaq Esun dengan kebutuhan lainnya.

Barulah sejak tahun 1990an diberi nama Nasi Balap Puyung. Asal usul nama Nasi Balap ini adalah, salah satu cucu Inaq Esun yang merupakan pembalap lokal sering memenangi perlombaan balapan, dan setiap menang dia mentraktir teman-temannya untuk makan di warung kecil milik neneknya ini. Kemudian tercetuslah nama “Nasi Balap Puyung“.

Oleh karena itu pula, kuliner ini disebut juga "Nasi Balap Puyung Cap Inaq Esun"




2. Lokasi Penjualan

Dalam perkembangannya, kini banyak Rumah Makan di Pulau Lombok yang memberi nama Nasi Balap Puyung / Nasi Puyung. Namun aslinya masih tetap seperti dulu, yaitu terletak di Desa Puyung, Dusun Lingkung Daye dan memiliki cabang di :

1. Jl. Sriwijaya No. 80, Mataram
2. Komplek Ruko Senggigi Plaza, Senggigi, Kab. Lombok Barat
3. Komplek pertokoan sebelah timur Masjid Agung Kota Praya.
4. Kantin Demokrasi, Praya
5. Pertigaan Bendungan Batujai, Gelondong, Praya ada kaki lima yang menjual
6. Tanah Awu, keluar dari Gerbang utama Bandara Internasional Lombok banyak rumah makan yang menyediakan Nasi Balap, dll.


3. Cita Rasa Nasi Puyung
Seringnya ane makan kuliner yg satu ini bikin ane hafal dan faham  betul cita rasanya. Maklum, ane kan orang Lombok 

Langsung aja gan, rasanya itu PEDAS DASS DASS
Kata temen ane sih, sebelum makan rasanya pengen cepat-cepat nyicip, pas pertengahan makan langsung nyesel gara - gara pedesnya (tp tetep aja ngabisin ), tapi pas selesai makan, langsung pengen tambah 
Yang jual juga biasanya ngerti gan kalo masakan ini pedas, makanya Nasi Balap ini selalu ditambahin Kedelai Goreng sebagai pengurang rasa Pedas.

O ya, hati hati gan dijamin ente bakalan ngabisin satu roll tissue rumah makan  keringet ngalir ditambah ing*s #Oops 
Tertantang Gan???


4. Budget/Harga Nasi Balap
Agan agan tidak usah merogoh kantong terlalu dalam, karena cukup dengan Rp10.000,00- sudah bisa menikmati satu porsi Nasi Balap + Segelas Air Putih.

Murah kan? 

5. Testimoni Nasi Balap (Live From Kaskus)

Silahkan cek beberapa testimoni agan-agan kaskus yang pernah mencicipi kuliner yang satu ini di post-post berikut ini:
Dan masih banyak testimoni lainnya yang diposting agan-agan kaskus di thread saya.


Sekian artikel mengenai Nasi Balap Puyung kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita mengenai kuliner nusantara, khususnya kuliner khas suku Sasak Lombok.

Terima Kasih
Wassalam

NB: Mohon maaf apabila ada kesalahan kata, artikel kali ini beberapa diantaranya menggunakan gaya bahasa yang biasa digunakan di kaskus (sesuai dengan asal artikel)

09/02/12

Setelah share resep Pelecing Kangkung sebelumnya, kali ini budayasasak.blogspot.com akan membeberkan  kembali rahasia resep salah satu masakan khas suku Sasak Lombok, yaitu Pelecing Manok atau Pelecing Ayam.

Sesuai namanya, Pelecing adalah makanan yang pedas khas budaya sasak. Pelecing Manok atau Pelecing ayam ini merupakan makanan pedas dengan komoditi utama manok/ayam.
Berikut ini rahasia resepnya sesuai dengan yang sering Ibu saya masak:
1. Bahan selain bumbu:
- Manok/ayam muda, jumlahnya sesuai selera, namun kali ini kita akan membuat dari 1 ekor saja;
- 2 biji buah limau.

2. Bahan bumbu: 
- Bawang putih 3-4 siung atau sesuai selera, namun normalnya adalah 3-4 siung;
- Cabe rawit, untuk yang satu ini saya sarankan minimal 10 biji agar lebih terasa kesan sebagai masakan khas  suku Sasak Lombok yang pedas dan sesuai dengan ciri utama pelecing itu sendiri;
- Terasi, saya sarankan terasi yang telah dibakar/panggang antara 1/2 sampai 1 sdt;
- Garam, dan 1 sdm Gula pasir.

Cara Memasak:
- Sembelih ayam (jika masih hidup),  lalu bersihkan bulu dan keluarkan isi dalamnya, seperti usus, hati, ampela, dll;
- Lebarkan/buka tubuh ayam seperti membentuk berakak;
- Panggang ayam tersebut sampai matang, tapi bukan matang kering;
- Sembari menunggu panggangan ayam matang, tumbuk/haluskanlah seluruh bahan bumbu di atas untuk membuat sambalnya, jika sudah biarkan sambalnya mentah, tidak perlu di masak karena lebih gurih dan segar jika disajikan mentah;
- Lumuri sambal dengan air buah limau;
- Apabila ayam panggang telah matang, maka potong-potonglah sesuai bagian mana yang akan Anda sajikan, misalnya Anda akan mengambil bagian pahanya, maka ambil bagian pahanya lalu tumbuk sedikit di atas sambal agar sambalnya meresap, atau jika tidak Anda dapat dengan sekedar melumuri sambal ke daging tersebut;
- Makanan Pelecing Manok atau Pelecing Ayam telah siap disajikan, masakan khas Suku Sasak dari Budaya Suku Sasak Asli Lombok.

Selamat Mencoba

Resep Sebelumnya: Pelecing Kangkung






Terima Kasih


Sumber gambar: http://koranbogor.com/wp-content/uploads/2012/01/plecing-ayam-300x300.jpg

01/02/12

Mitos memang tidak akan pernah hilang dalam kehidupan umat manusia dimanapun berada, apalagi masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai tradisional. Banyak diantara mitos-mitos tersebut yang kadang kala dijadikan sebagai kepercayaan, bahkan melebihi kepercayaan terhadap tuhan sekalipun. Selain itu, mitos juga dijadikan sebagai landasan terbentuknya suatu kebudayaan, lalu peradaban. Dan pada akhirnya mitos tersebut dipelihara dan terus dipercaya sampai era modern saat ini.
Hal ini pula yang berlaku bagi masyarakat Suku Sasak Lombok, khususnya lagi masyarakat yang masih kental dengan aroma tradisionalitas. Beberapa mitos diantaranya sangat mengikat masyarakat sampai saat ini.
Berikut beberapa diantaranya yang masih sangat populer sampai saat ini:
1. Bau Nyale
Bau Nyale dalam bahasa Indonesia bertuliskan Menangkap Nyale (Cacing Wawo/Palopo dalam ilmu Biologi). Setiap memasuki atau mengakhiri bulan Februari, masyarakan Suku Sasak Lombok akan mempersiapkan diri untuk gelaran akbar Bau  Nyale ini. Bau Nyale umumnya dilakukan hanya semalam, yakni pada malam puncak ketika Cacing-cacing ini banyak bermunculan di sekitaran pantai selatan. Nyale inilah yang nanti akan disantap dan memang sangat lezat, misalnya jika digoreng kering sambal atau dimasak dengan kuah santan kental.

Lalu mitosnya apa? Mitosnya adalah bahwa Nyale tersebut sebenarnya adalah jelmaan dari Ratu/Putri Mandalika yang menurut legenda dulunya menceburkan diri ke laut (bunuh diri) untuk menghindari peperangan antar pangeran-pangeran yang memperebutkannya.
Untuk menghormati dan melestarikan pengorbanan tersebut, maka masyarakat Lombok selalu beramai-ramai pergi untuk Bau Nyale setiap tahun.

2. Upacara Dewi Anjani
Dewi Anjani dipercaya masyarakat Lombok sebagai penguasa tertinggi alam gaib Gunung Rinjani, Gunung Tertinggi di NTB. Konon Dewi Anjanilah yang memberikan nama Sasak untuk suku masyarakat di Lombok. Dari puncak arah tenggara gunung Rinjani, terdapat sebuah lautan debu yang disebut sebagai Segara Muncar. Pada saat tertentu, di tempat ini masyarakat dapat melihat dengan kasat mata rupa istana Dewi Anjani sebagai Ratu Jin beserta pengikut-pengikutnya.

Danau Segara Anak yang terletak di puncak gunung Rinjani merupakan tempat sakral yang sangat disucikan. Danau ini digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu, Islam Waktu Telu (Sinkretisme Islam-Hindu).
Upacara Dewi Anjani dilakukan untuk menghormati sang penguasa, dimana pelaksanaannya antara akhir Desember sampai pertengahan Januari. Oleh karena itu, pendakian gunung Rinjani dalam periode tersebut tidak diperbolehkan  agar tidak mengganggu proses upacara.

3. Peretus
Peretus atau Mengobati suatu penyakit dengan mantra yang dikombinasikan dengan menarik rambut pilihan dari seorang tabib yang bisa melakukan Peretus ini. Hal ini merupakan implementasi dari keyakinan bahwa suatu penyakit yang menjangkiti manusia ada sangkut pautnya dari campur tangan makhluk halus. Ketika tabib membacakan mantra lalu diikuti dengan menarik beberapa helai rambutnya dari ujung, maka akan terdengarlah suara meledak seperti "Plok" yang merupakan indikator bahwa si pasien positif terkena penyakit dari makhluk halus atau yang dalam bahasa Sasak disebut ketemuq.
Untuk menghilangkan campur tangan makhluk halus tersebut, maka dilakukanlah dengan memanfaatkan mantra Peretus tersebut.
Beberapa kali penulis juga mengobati penyakit kepada tabib dengan Peretus, dan memang penyakit tersebut hilang dengan perlahan setelah diberikan Sembek/Obat berupa tanah pasir atau dari kapur yang kemudian ditempelkan pada dahi si pasien.

4. Bunga Sandar Nyawa
Bunga ini merupakan jenis tanaman yang disebut sebagai tanaman abadi. Tanaman ini bermanfaat sebagai obat dan dipelihara oleh golongan makhluk gaib. Konon, untuk mendapatkannya harus mempertaruhkan nyawa terlebih dahulu karena begitu sulitnya mendapatkan tanaman ini. Tanaman ini berumur abadi bersama dengan umur makhluk gaib.

5. Ziarah Makam Keramat sebagai Pembuka Perjalanan Wisata
Masyarakat suku Sasak akan menjadikan makam keramat sebagai tujuan pertama dalam perjalanan wisatanya. Hal ini diyakini dapat menolak bala sehingga akan mereka akan terhindar dari musibah selama perjalanan. Makam-makam yang sering dikunjungai antara lain Makam Nyatuk, Makam Loang Baloq, Makam Ketak, Makam Selaparang, Makam Tuan Guru Lopan, dll.
Menurut pengamatan penulis, hal ini mulai kurang dilestarikan masyarakat saat ini.

6. Mitos Air Penyembuh Penyakit dari Air Terjun Otak Kokoq
Air Terjun Otak kokoq merupakan air terjun dari mata air yang berada di gunung Rinjani. Konon, setiap orang yang memiliki penyakit mandi di sini, maka air sisa mandinya itu akan berubah menjadi putih persis seperti air sisa mencuci beras. Hal ini sebagai indikator bahwa penyakit orang tersebut telah dibersihkan. Dari keterangan yang penulis dapatkan dari warga sekitar, bahwa air terjun Otak Kokoq dapat menyembuhkan penyakit seperti Reumatik, Panu, Kadas, Pegal-Pegal, Koreng, dan beberapa penyakit lainnya.


Selain ke-enam mitos yang masih sangat melekat di atas, masih banyak lagi lainnya yang kebanyakan merupakan mitos-mitos kecil, misalnya tidak boleh berjalan di bawah jemuran yang sedang dijemur, duduk di atas bantal/guling, menaruh kedua tangan di atas kepala, memecahkan batu, dll.
Kebenaran akan mitos-mitos di atas memang misteri yang sulit dipecahkan, kita tidak boleh terlalu percaya dan tidak boleh juga meremehkanhya. Satu yang wajib kita ingat bahwa Kepercayaan yang abadi itu hanyalah kepada Allah SWT, tuhan yang maha Esa. Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan.
Sekian, semoga bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu bagi kita semua.
Wassalam.







Sumber Gambar:

02/11/11

Seusai reshuffle kabinet lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melanjutkan agendanya dengan ground breaking kawasan wisata Mandalika, di Lombok Selatan pada tanggal 19 Oktober yang lalu.

Kawasan seluas 1.250 hektare bekas lahan PT Pengembangan Pariwisata Lombok itu akan mulai digarap beberapa investor pengusaha kamar hotel, convention hall, dan taman rekreasi mirip Disneyland.



"Ini kebangkitan investasi kawasan Mandalika setelah pengoperasian Bandara Internasional Lombok (BIL)," kata Kepala Badan Penanaman Modal Nusa Tenggara Barat Lalu Bayu Windia. Ground breaking dilakukan setelah diresmikan pada 1 Oktober lalu.

Apa saja yang akan diberdayakan di Disneyland Lombok?
Pertama, adalah Rajawali Group, selaku pemilik Hotel Novotel di Pantai Aan akan meluaskan akomodasinya dan convention hall. Sebelumnya Novotel Lombok memiliki 100 kamar yang terbagi 23 kamar Sasak Villa dan 77 kamar superior/deluxe terrace.


Kedua, pengusaha Taiwan akan mengembangkan Healthy Tourism untuk kalangan jompo sebagai segmen khusus. Mereka diperhitungkan memerlukan wisata khusus. "Sudah ada letter of intent
Sedangkan kelompok Media Nusantara Citra juga melirik Tanjung Aan untuk membangun Theme Park, atau tempat wisata mirip Disneyland di Amerika Serikat.

Rencana investasi ini direncanakan berjalan tahun 2012 setelah Bandara Internasional Lombok (BIL) beroperasi maksimal. Karena kebanyakan investor selama ini kesulitan untuk mau menanamkan modal karena akses ke Lombok khususnya dalam hal mendaratnya pesawat berbadan lebar di bandara sangat sulit.

Dengan hal ini, maka opitimisme program Visit Lombok-Sumbawa 2012 dengan target wisatawan lokal dan asing sebanyak 2 juta orang diprediksikan akan sukses.


Terima Kasih

30/09/11


Jamaah,, oo jamaah
Alhamdu... lillah
*gaya ustadz gokil*

Akhirnya, setelah penantian panjang *beuuhh* Bandara Internasional Lombok Baru pun rampung and ready to become new Lombok's International door.

Ayoo, ke Lombok!!!

Bandara yang sempat kontroversial sebelum pengerjaannya dimulai ini akhirnya rampung berkat kerja keras, pengorbanan, serta do'a seluruh elemen pendukung dalam pembangunannya.

Tepat tanggal 1 oktober 2011, sejarah baru tercetak bagi masyarakat provinsi NTB khususnya yg bermukim di Lombok, khususnya lagi di Lombok Selatan. *haaseekkk rumah gue* NB: Rumah Admin hanya 2 km dari Bandara baru ini sobat blogger.

Bandara lama, yakni Bandara selaparang resmi ditutup untuk penerbangan
komersial pada pukul 18.15 wita tanggal 30 September 2011. Dan Bandara baru akan menunjukkan keramahannya mulai pada Pukul 10.00 wita pagi tanggal 1 Oktober terhadap pendaratan pertama oleh pesawat Maskapai Garuda Indonesia.Garuda jenis Boing 737- 800 NG yang datang dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.30 WIB dan tiba di BIL pukul 10.00 Wita. Pesawat ini juga yang terakhir kali mendarat di Bandara Selaparang (Bandara lama:red) lalu terbang kembali ke Jakarta beberapa menit kemudian.

Rencananya, sekitar dua puluh tokoh masyarakat akan menyaksikan pendaratan pertama yang bersejarah ini. :)

Dengan ini, Lombok semakin terbuka untuk menerima wisatawan dan pendatang baik Lokal maupun Internasional.
Hal ini jugalah yang membuat saya, penulis :D optimis bahwa Program VISIT LOMBOK SUMBAWA 2012 akan sukses. Aamin.

DATANG DAN KUNJUNGI LOMBOK!!
COME VISIT US!

19/09/11

Assalamu'alaikum

Admin sedang merantau jauh dari Lombok, membuat admin sering rindu masakan khas Lombok. Salah satu yang paling admin rindukan adalah Pelecing, entah itu pelecing kangkung maupun pelecing manok (ayam) sama - sama admin rindukan. Oleh karena itu, admin ingin curhat mengenai resepnya. Mudah - mudahan banyak yang bisa membuat sehingga dapat mengirimkan admin makanannya. :D

budayasasak.blogspot.com akan menjelaskan cara memasak masakan khas Lombok ini, Pelecing Kangkung
Berikut adalah resep dan cara memasak Pelecing Kangkung:
1. Pelecing Kangkung


Bahan - bahan:
- Kangkung seikat
- Cabe rawit 10 buah
- Terasi bakar
- Garam 1 sendok teh
- 1 Buah Limau
- Buah Tomat secukupnya

Alat - alat:
- Panci
- Ulekan sambal
- piring/mangkuk
- sendok

Cara Pembuatan:
- Rebus Kangkung sampai lemas
- Selagi merebus kangkung, uleklah semua bahan sambal yang telah disebutkan di atas kecuali buah limau.
- Setelah kangkung matang, tiriskan, lalu masukkan ke dalam mangkuk atau piring
- Campurkan sambal yang telah jadi tersebut ke atas kangkung yang telah matang tersebut, lalu campur sampai rata
- Teteskan air 1/2 buah limau di atas kangkung yang telah bersambal tersebut
- Maka Anda telah berhasil membuat pelecing kangkung standarm untuk lebih memperkaya rasa, Anda dapat mencampurkan kacang goreng di atas Pelecing Kangkung yang telah Anda buat tersebut

SELAMAT MENCOBA 










Terima Kasih




sumber gambar: http://aanssubhan.files.wordpress.com/2011/05/plecing-kangkung.jpg

29/08/11

Senin, 29 Ramadhan 1432 H

Assalamu'alaikum
Alhamdulillah bahwa sekarang kita telah berada dipenghujung bulan Ramadhan 1432 H. Semoga di hari Idul Fitri nanti kita semua berada dalam kemenangan yang agung.aamin :)
Dan semoga kita dapat melaksanakan puasa Ramadhan lagi tahun depan, aamin.

Kali ini, sahabat blogger sekalian, saya akan menceritakan tradisi masyarakat suku Sasak yang berkaitan dengan hari Lebaran.
Tradisi itu adalah Lebaran Topat dan Perang Topat.

1. Lebaran Topat
Berbagai daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam memperingati hari ke tujuh setelah Lebaran Idul Fitri. Namun pasti memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing.
Di Lombok sendiri, perayaan itu dinamakan Lebaran Topat (ketupat). Diisi dengan kegiatan berwisata bersama baik itu ke lokasi wisata rohani (makam leluhur) atau lokasi wisata keluarga lainnya. Di hari itu masyarakat berwisata dengan membawa makanan khas sasak diantaranya adalah telok opor, olah-olah, serebuk, jaje bantal(jajan dari ketan) dan ketupat tentunya.
Makanan itu dinikmati bersama sembari menikmati wisata keluarga. Ketupat digunakan sebagai pengganti nasi untuk makan.
Lebaran ketupat biasanya juga disemarakkan dengan Upacara Perang Topat.

2. Perang Topat
Perang??
Biasanya jika sahabat Blogger mendengar kata perang pasti akan mengartikan sebagai perpecahan, pertumpahan darah, anarkis, brutal dan lain sebagainya yang negatif. Namun Perang yang dilaksanakan di Pura Lingsar, Kec. Narmada, Kab. Lombok Barat ini sangat jauh dari kata-kata negatif di atas. Justru Perang Topat ini merupakan simbol syukur atas hasil ladang masyarakat Sasak dan juga simbol perekat perdamaian masyarakat Hindu dan Islam di Lombok.
Pada Perang Topat ini, wanita yang sedang haid tidak boleh berpartisipasi. Sehari sebelum acara Perang Topat, ada upacara permulaan kerja atau penaek gawe. Ada lagi acara mendak alias upacara menjemput tamu agung alias roh-roh gaib yang berkuasa di Gunung Rinjani dan Gunung Agung.
Perang Topat dimulai dari pelemparan ketupat pertama oleh sesepuh yang dipercaya, kemudian diikuti oleh warga lainnya.Kemudian seluruh ketupat yang dilemparkan tersebut diperebutkan warga dan semuanya wajib diambil meskipun dalam keadaan penyok sekalipun.
Kemudian ketupat (topat) yang sudah didapatkan digunakan untuk saling lempar (perang). Tidak ada saling dendam dan saling menyalahkan di antara peserta. Semua hanya untuk kesenangan dan simbol damai serta syukur.
Beberapa warga pun sering membawa ketupat yang telah digunakan "berperang" untuk disematkan di sawah mereka. Mereka percaya bahwa dengan hal ini dapat menambah kesuburan dan produktifitas ladang mereka.
Jika menilik sejarahnya sahabat Blogger, Perang Topat sendiri tidak jauh-jauh dari kehidupan kerajaan tempo dulu di Lombok.Konon di Lombok Barat dulu ada Kerajaan Medain. Raja Medain punya anak bernama Raden Mas Sumilir yang bergelar Datu Wali Milir. Suatu ketika ia menancapkan tongkatnya di tanah Bayan (Lombok Utara). Saat tongkat itu ditarik, air langsung menyembur ke permujaan, melaju deras. Dalam bahasa Sasak, melaju artinya langser atau lengsar. Desa itu pun lalu diberi nama Lingsar.

Entah bagaimana, Sumilir hilang di situ. Atas musibah itu, seisi istana dan warga sedih. Kesedihan itu berlarut hingga dua tahun. Buntutnya, semua orang melupakan urusan kehidupan. Suatu ketika keponakan Sumilir, Datu Piling, menemukan pamannya itu di lokasi mata air tadi. Dalam pertemuan itu disebutkan, kalau mau menemui Sumilir, hendaklah datang ke mata air itu.

Maka Datu Piling pun memerintahkan pengiringnya untuk menyambut pertemuan itu. Ketupat beserta lauknya dipersiapkan. Pertemuan pun terjadi sekitar pukul 16.00. Setelah itu Raden Mas Sumilir kembali menghilang. Tapi sejak Sumilir menghilang kedua kalinya, warga Lingsar kembali menikmati kemakmuran. Sumber air melimpah, dan siap dipakai mengairi sawah.

Perang ketupat pun lantas dilestarikan sebagai ungkapan rasa syukur, menandai saat dimulainya menggarap sawah.


Sekian dulu cerita saya sahabat Blogger, jika ada kritik dan saran silahkan poskan di komentar box :)

Assalamu'alaikum.

-FA-